PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN "OBSERVASI PEMBULUH DARAH KAPILER PADA KECEBONG"
PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN
OBSERVASI PEMBULUH DARAH KAPILER
PADA KECEBONG
LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas praktikum
mata kuliah Fisiologi Hewan yang diampu oleh
Siti Nurkamilah, M.Pd.
Disusun Oleh:
Fitriani Dewi S 15542030
Raisya Fajriani 15543004
Riri Nur Syiam 15543013
Siti Rosidah 15544012
Yaman Hidayat 15544014
Kelas : 3-B
PROGRAM STUDI:
PENDIDIKAN BIOLOGI
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP)
GARUT
2017
Judul : Observasi Pembuluh Kapiler Pada Kecebong
Hari/Tanggal : Selasa/19 Desember 2017
I.
Tujuan
·
Untuk mengetahui aliran darah pada
kecebong.
·
Untuk membedakan dan mengetahui aliran
pembuluh darah arteri dan vena pada ekor kecebong.
II.
Alat dan Bahan
Alat
yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
No.
|
Alat
|
Fungsi
|
1.
|
Mikroskop
|
Digunakan
untuk mengamati aliran darah pada spesimen (kecebong).
|
2.
|
Cawan
Petri atau Petridis
|
Digunakan
untuk tempat penyimpanan spesimen yang akan diamati (kecebong).
|
3.
|
Kaca
Objek
|
Digunakan
untuk meletakan objek yang akan diamati (kecebong).
|
Bahan
yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
No.
|
Bahan
|
Fungsi
|
1.
|
Kecebong
|
Digunakan
sebagai objek yang akan diamati aliran darahnya.
|
2.
|
Kapas
|
Digunakan
sebagai media untuk membius kecebong.
|
3.
|
Alkohol
70%
|
Digunakan
sebagai cairan untuk membius kecebong.
|
III.
Cara Kerja
1.
Disiapkan
alat dan bahan yang akan digunakan dalam mengamati aliran darah pada kecebong.
2.
Dipilih
kecebong yang ukurannya cukup besar atau tidak terlalu kecil, selain itu
kecebong yang akan diamati diusahakan struktur lapisan kulit pada bagian
ekornya tipis dan transparan sehingga akan memudahkan proses pengamatan.
3.
Dituangkan
alkohol 70% secukupnya pada kapas yang telah disiapkan.
4.
Kecebong
dibius menggunakan kapas yang telah dibasahi oleh alkohol 70% tersebut dengan
cara ditutup selama 2 detik. Jangan ditutup terlalu lama karena dikhawatirkan
kecebong tersebut akan mati.
5.
Kecebong
yang telah dalam keadaan pingsan karena dibius diletakan pada kaca objek.
6.
Selanjutnya,
kaca objek tersebut diletakan di meja objek pada mikroskop.
7.
Lensa
objektif pada mikroskop di arahkan pada bagian ekor kecebong.
8.
Diatur
perbesaran dan fokus kasar dan halus pada mikroskop hingga objek pengamatan
terlihat jelas.
9.
Diamati
aliran darahnya dan dibedakan pembuluh arteri dan pembuluh vena pada kecebong
tersebut dengan teliti.
IV.
Landasan Teori
Dalam
proses kehidupan organisme diperlukan
makanan dan 02 untuk melaksanakan metabolism di seluruh tubuh dan dihasilkan sampah
(sisa) yang harus dikeluarkan oleh tubuh. Peredaran materi (bahan-bahan yang
diperlukan tubuh) oksigen dan sisa-sisa metabolism dilakukan oleh system
transportasi (system sirkulasi atau system peredaran).
Dalam
sistem sirkulasi, hasil pencernaan makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan
ke seluruh jaringan tubuh sedangkan dari jaringan tubuh akan menuju organ-organ
pembuangan. Antara hewan tingkat tinggi dan hewan yang lebih sederhana terdapat
perbedaan system sirkulasi. Misalnya sistem transfor pada protozoa dan hewan
rendah lainnya terjadi dengan difusi .Pada hewan metazoan (bersel banyak) yang
lebih tinggi tingkatanya, misalnya manusia peredaran darahnya telah melalui
pembuluh. Sistem transfortasi hewan metazoan disusun oleh organ-organ berupa
jantung, pembuluh-pembuluh darah dan darah.
Ada
dua sistem peredaran darah dengan pembuluh, yaitu sytem peredaran darah terbuka
dan tertutup. Sistem peredaran darah darah terbuka (lakuner) kita jumpa pada
Molluska dan Arthopoda, sedangkan system peredaran darah tertutup terdapat pada Annelida dan
Vertebrata.
Jantung
katak memiliki 2 aurikel dan satu ventrikel. Darah dari sinis venosus masuk
kedalam aurikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel melalui trunkus arteriosus
yang bercabang dua di sebelah anterior jantung lalu terbagi pada tiap sisi
tubuh menjadi 3 pokok yaitu arteri karotis, arteristematik dan arteri
pulmo-kutaneua (berurutan dari anterior ke posterior). Tiap arteri karotis
terbagi menjadi karotis interna dan karotis eksterna yang menuju ke dalam kepala.
Arteri pulmo kuataneus membuat cabang-cabang ke paru-paru dan kulit. Arteri
sistematik (2buah) bersatu menjadi aorta dorsal. Aorta dorsal itu
berbang-cabang menjadi seliako mesenteric
(lambung, hati, intestine)segmental (otot-otot), renal (mesonfros), genital
(gonad) dan iliakal (laki-laki).
Darah
dari paru-paru kembali ke aurikel kiri melalui vena pulmonary. Semua darah
memasuki aurikel kanan, terus melalui sinus venosus (berupa kantong besar di
sebelah sisi dorsal). Sinus vinosus menerima 2 vena cava anterior yang membawa
darah dari bagian anterior tubuh an 1 vena cava posterior yang membawa darah
dari mestonefros dan mengalirkan langsung ke hati (tidak dalam kapiler-kapiler)
dna terus ke jantung. Darah masuk ke dalam jaringan hati baik arteri hepatic (cabang seliako
mesenteric) ataupun dari vena portaheptik yang membawa darah dari lambung
dan usus.
PEMBULUH
DARAH
Guttman
(1999) mengungkapkan bahwa pembuluh darah dibedakan menjadi pembuluh nadi
(arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler.
1.
Pembuluh
Nadi (Arteri)
Pembuluh
nadi adalah pembuluh darah yang membawa
darah keluar dari jantung, pembuluh nadi memiliki dinding yang berkembang
dengan baik, membentuk lapisn tebal.
Secara
anatomi, arteri terdiri atas tiga lapisan. Lapisan dalam terdiri atas
endothelium dan jaringan elastis. Lapisan tengah terdiri atas otot halus,
sdangkan lapisan luar terdiri atas jaringan ikat.
Pembuluh
nadi yang menuju ke seluruh tubuh dinamakan pembuluh nadi besar (aorta).
Pembuluh ini keluar dari ventrikel membawa darah yang banyak mengandung
oksigen. Sementara itu, pembuluh nadi yang menuju paru-paru dinamakan arteri
pulmonalis. Pembuluh ini membawa darah yang banyak mengandung karbon dioksida.
2.
Pembuluh
Balik (Vena)
Vena
adalah pembuluh darah yang membawa darah menuju jantung. Vena memiliki katup
sehingga darah dapat menuju jantung.
Vena
dibedakan menjadi vena cava superior, vena cava inferior, dam vena pulmonalis.
Vena cava superior dan vena cava interior membawa darah yang banyak mengandung
karbon dioksida dari tubuh bagian. Sementara itu, vena pulmonalis membawa darah
yang banyak mengandung oksigen dari
paru-paru menuju jantung (atrium kiri).
Perbedaan Pembuluh
Arteri dan Vena
No.
|
Perbedaan
|
Arteri
|
Vena
|
1.
|
Dinding
|
Tebal dan elastis
|
Tipis dan kurang elastis
|
2.
|
Katup
|
Satu, terdapat pada pangkal arteri
|
Banyak terdapat sepanjang vena
|
3.
|
Letak
|
Di bagian dalam tubuh
|
Di permukaan tubuh
|
4.
|
Tekanan
|
Kuat; jika terpotong, darah memancar
|
Lemah; jika terpotong, darah menetes
|
5.
|
Aliran Darah
|
Ke luar jantung
|
Masuk ke jantung
|
6.
|
Yang dibawa
|
Oksigen
|
Karbon dioksida
|
3.
Pembuluh
kapiler
Arteri akan bercabang cabang menjadi pembuluh yang
lebih kecil, yakni arteriola. Arteriola akan bercabang lagi menjadi pembuluh
yang lebih halus, yakni kapiler arteri.
Kapiler
arteri berhubungan dengan kapiler vena, kemudian kapiler-kapiler vena bergabung
membentuk pembuluh yang lebih besar, yakni venula. Venula pun bergabung
membentuk pembuluh yang lebih besar yakni vena. Jadi pembuluh kapiler merupakan
pembuluh halus yang menggabungkan arteriola dan venula. Dinding pembuluh
kapiler tersusun atas selapis sel. Pada pembuluh ini terjadi pertukaran oksigen
dari darah dengan karbon dioksida dari jaringan.
V.
Hasil Pengamatan
VI.
Pembahasan
Sistem
peredaran darah pada kecebong dapat diamati melalui aliran darah pada ekor
kecebong tersebut, hal ini dikarenakan ekor kecebong memiliki struktur lapisan
kulit yang tipis dan transparan. Pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan
mikroskop cahaya dengan perbesaran 10x10.
Aliran
darah pada kecebong dapat diketahui dengan mengamati pembuluh darah arteri dan
vena pada bagian ekor kecebong, dikarenakan struktur kulit ekor kecebong yang
transparan sehingga dibantu dengan mikroskop dapat dilihat pembuluh-pembuluh
darahnya.
Berdasarkan
perbedaannya ketika dilakukan pengamatan pembuluh darah arteri memiliki aliran
darah yang cepat sedangkan pembuluh darah vena aliran darahnya cenderung lebih
lambat dibandingkan dengan pembuluh darah arteri. Selain itu pembuluh darah
arteri memiliki ukuran yang lebih besar dan lapisan dindingnya tebal
dikarenakan aliran darah yang cepat sehingga tekanannya kuat, sedangkan
pembuluh darah vena memiliki ukuran yang lebih kecil dengan lapisan dindingnya
yang tipis.
Ketika
diamati dengan mikroskop aliran-aliran darahnya tampak seperti aliran zat-zat
cair (tidak berwarna merah) yang bergerak dengan arah dan kecepatan yang
berbeda. Aliran darah dari pembuluh arteri adalah dari arah kepala ke ekor
sedangkan pembuluh darah vena sebaliknya alirannya dari ekor ke kepala.
Berdasarkan arah aliran darah tersebut menandakan bahwa pembuluh darah arteri
membawa darah yang mengandung oksigen atau darah bersih sedangkan pembuluh
darah vena membawa darah yang mengandung karbon dioksida atau darah kotor.
Darah yang terdapat pada pembuluh darah arteri mengalir melalui arteriola yaitu
cabang-cabang kecil dari pembuluh arteri yang selanjutnya akan diteruskan ke
pembuluh kapiler untuk dibawa ke bagian ekor. Pembuluh kapiler menghubungkan
antara arteriola dan venula. Darah yang tadi sampai di bagian ekor melalui
pembuluh kapiler akan dialirkan ke venula lalu selanjutnya ke pembuluh vena
untuk dibawa ke bagian kepala.
Selain itu diketahui bahwa peredaran darah
pada kecebong merupakan peredaran darah tunggal dimana darah melewati jantung
sebanyak satu kali. Peredaran darah pada kecebong ini hampir sama dengan
peredaran darah pada ikan, namun ketika kecebong telah bermetamorfosis menjadi
katak dewasa maka sistem peredaran darahnya akan berubah mengikuti perubahan
lingkungan disekitarnya. Pada kecebong sistem peredaran darahnya masih tunggal
ketika bermetamorfosis menjadi katak dewasa maka sistem peredaran darahnya
menjadi peredaran darah ganda dimana darah melewati jantung sebanyak dua kali,
yaitu terdiri dari peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
VII.
Simpulan
Berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan maka diperoleh simpulan bahwa untuk mengetahui aliran darah pada
kecebong dapat diketahui dengan mengamati pembuluh-pembuluh darah yang terdapat
pada bagian ekor kecebong karena pada bagian ekor struktur kulitnya tipis dan
transparan. Aliran darah yang dibawa oleh pembuluh darah arteri dari kepala ke
ekor sedangkan aliran darah yang dibawa oleh pembuluh darah vena adalah dari
bagian ekor ke kepala kecebong tersebut.
Selain dari arah aliran untuk
membedakan aliran darah pada pembuluh arteri dan vena dapat dilihat dari
kecepatan aliran darah tersebut. pembuluh darah arteri aliran darahnya lebih
cepat sedangkan vena aliran darahnya cenderung lebih lambat dibandingkan dengan
arteri. Hal pembeda lainnya adalah ukurannya, pembuluh darah arteri diamternya
lebih besar dibandingkan diameter vena.
DAFTAR
PUSTAKA
Karmana, Oman. 2013. Biologi 2 untuk kelas XI Sekolah Menengah
Atas. Bandung: Grafindo Media Pratama








Komentar
Posting Komentar