LAPORAN KULIAH LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI) "SISTEM OTOT"

LAPORAN KULIAH LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN
LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA (UPI)

SISTEM OTOT

Senin, 15 Januari 2018

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Fisiologi Hewan yang diampu oleh:

Dr. H. Hudiana Hernawan, M.S

Siti Nurkamilah, M. Pd.

Disusun Oleh:
Fitriani Dewi S                      15542030
Raisya Fajriani                       15543004
Riri Nur Syiam                      15543013
Siti Rosidah                           15544011
Yaman Hidayat                     15544014

Kelas : 3-B



FAKULTAS ILMU TERAPAN DAN SAINS
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
INSTITUT PENDIDIKAN INDONESIA
GARUT

2018



PRAKTIKUM 2

Judul              : Sistem Otot
Hari/Tanggal : Senin/15 Januari 2018
I.              Tujuan
·         Untuk mengetahui respon otot terhadap rangsangan yang diberi berupa setrum atau aliran listrik
·         Untuk mengetahui respon otot terhadap besarnya intensitas rangsang
·         Untuk mengetahui respon otot terhadap masa kelelahan atau tonus
II.           Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
                  1.          Kymograph
                  2.          Stimulator
                  3.          Gunting bedah
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.        Katak
2.        Larutan fisiologis NaCl 0,6%
3.        Benang
III.        Cara Kerja
Cara kerja untuk mengetahui respon otot terhadap rangsang tunggal dengan intensitas rangsang yang berbeda
                           1.               Dipasangkan peralatan yang akan digunakan sedemikian rupa sehingga untuk digunakan (kymograph, stimulator, dan peralatan lainnya) hal ini dilakukan sebelum mengisolasi otot gastrocnemius.
                           2.               Dipisahkan sebagian tulang dan otot femur dari bagian tubuh katak lainnya, dikuliti bagian femur katak tersebut. tulang femur dijeput dengan kuat pada penjepit tulang, sedangkan benang yang mengikat tendon achiles dihubungkan dengan pengungkit otot.
                           3.               Perangsangan otot dilakukan dengan kawat listrik yang dihubungkan dengan rangsang induksi pada stimulator atau sumber arus lainnya, sedangkan signal magnet dihubungkan pada magnet.
                           4.               Untuk rangsangan pertama diberikan tegangan arus sekecil mungkin sehingga respon otot yang minimal. Tromol tidak digerakan sehingga gerakan ke atas dan ke bawah hanya menimbulkan satu goresan. Diulangi percobaan diatas dengan kuat tegangan arus yang sama. Sebelumnya tromol diputar lebih kurang 1 cm dari posisi semula dengan menggunakan tangan.
                           5.               Dilanjutkan pemberian rangsang dengan kuat, tegangan arus yang lebih kuat dari point ke 4, dilakukan percobaan sesuai point ke 4.
                           6.               Dilanjutkan percobaan tersebut dengan diberikan tambahan kuat tegangan arus dari percobaan sebelumnya, dihentikan percobaan apabila sudah didapatkan kontraksi maksimal dari otot tersebut.
IV.        Landasan Teori
Otot disebut alat gerak aktif karena mampu menghasilkan gerakan tubuh. Jaringan otot seperti jaringan yang lain memiliki sifat peka terhadap rangsangan (sifat iritabilitasa), mampu merambatkan impuls (sifat konduktivitas), mampu melaksanakan metabolisme dan reproduksi. Sifat jaringan otot yang khas adalah kemampuannya untuk berkontraksi (sifat kontraktilitas) yang tinggi. Sifat kontraktilitas ini disebabkan sel-sel otot memiliki protein kontraktil, yaitu aktin dan myosin yang tidak dimiliki jaringan yang lain.
Sifat irritabilitas otot ditunjukan oleh kemampuan otot untuk mengenal dan merespon rangsangan yang langsung mengenainya, tanpa tergantung dari jaringan saraf yang biasanya mengaktifkannya. Sifat irritabilitas ini dapat melemah, misalnya otot dalam keadaan lelah, dan dapat meningkat apabila otot dalam kondisi optimum (cukup makanan dan oksigen).
Kemampuan otot bergerak dikarenakan sel otot mengandung protein kontraktil, yaitu myosin sebagai penyusun filamen tebal, dan aktin, troponin, sebagai penyusun filamen tipis. selama kontraksi, filamen-filamen bergerak relative satu terhadap yang lain untuk menghasilkan pemendekan dan tegangan. Pergeseran terjadi akibat siklus jembatan saling myosin yang berulang-ulang dengan menggunakan energy ATP, yang dipicu oleh tingkat Ca2+ sistolik yang dibebaskan akibat adanya eksitasi pada membran sel otot. Ada tiga macam otot, yaitu otot polos, otot rangka, dan otot jantung yang struktur fungsi serta sifat kontraksinya berbeda-beda.
V.           Hasil Pengamatan
Respon Otot terhadap rangsang dan Respon Otot terhadap intensitas rangsang yang berbeda
a.      Rangsang yang diberikan berupa rangsangan elektrik yaitu listrik
Jenis Rangsang yang diberikan
Tanggapan yang diberikan Otot
Keterangan
Rangsang Tunggal
Otot bereaksi, memantul sekali
Otot memberikan respon positif
Rangsangan yang berkali-kali tanpa jeda
Otot bereaksi, memantul berkali-kali tanpa jeda
Otot memberikan respon positif

b.      Intensitas Rangsang berupa banyak tidaknya aliran listrik yang diujikan pada otot katak
Besarnya Intensitas Rangsang
Tanggapan yang diberikan Otot
Keterangan
Intensitas rangsang kecil
Otot bereaksi, memantul dengan tenaga yang kecil
Otot memberikan respon positif
Intensitas rangsang sedang
Otot bereaksi, memantul dengan tenaga yang sedang
Otot memberikan respon positif
Intensitas rangsang besar
Otot bereaksi, memantul dengan tenaga yang besar (respon pantulannya sangat cepat)
Otot memberikan respon positif

c.       Kelelahan / Tonus atau Tetanus
Rangsang yang diberikan
Respon otot katak terhadap Rangsang
Keterangan
Rangsang berupa setrum (listrik)
Tidak bergerak
Otot memberikan respon negatif

VI.        Pembahasan
a.             Rangsang yang diberikan berupa rangsangan elektrik yaitu listrik
Pada praktikum ini kami hanya memperhatikan apa yang dilakukan oleh salah satu dosen UPI yang memperagakan uji otot pada katak. Menurut pengamatan kami otot katak yang ketika diberi rangsang berupa aliran listrik mengalami pergerakan. Pergerakan ini ditentukan oleh jenis rangsang. Untuk otot yang diberi rangsang tunggal mengalami pergerakan yaitu memantul, sehingga menghasilkan terbentuknya grafik pada kymograph. Grafik yang dihasilkan adalah fase laten (sebelum grafik naik ke atas) dan grafik yang menunjukkan kenaikan. Grafik kenaikan ini terjadi ketika otot katak memantul. Hal ini membuktikan bahwa otot memberikan respon positif terhadap rangsang tunggal.
Untuk otot yang diberi rangsang berkali-kali atau istilahnya disebut sumasi adalah menghasilkan otot yang bergerak memantul berkali-kali tanpa berhenti. Sehingga grafik pada kymograph terbentuk panjang sekali, grafik secara terus-menerus mengalami naik turun secara konstan. Gerakan grafik naik turun ini disebut gerakan tunggal yang banyak. Hal ini membuktikan bahwa otot katak menghasilkan respon positif terhadap rangsang sumasi.
b.             Intensitas Rangsang berupa banyak tidaknya aliran listrik yang diujikan pada otot katak
Pada otot katak yang diberi rangsang kecil menghasilkan gerakan memantul yang kecil atau agak lambat, walau begitu tetap saja otot merespon positif terhadap rangsang dengan intensitas kecil.
Untuk otot katak yang diberi rangsang sedang menghasilkan gerakan memantul yang sedang atau agak cepat, sehingga dapat diartikan bahwa respon otot katak adalah positif terhadap rangsang intensitas sedang.
Terakhir adalah pada otot katak yang diberi rangsang besar menghasilkan gerakan yang besar, otot katak memantul dengan sangat cepat. Hal inijuga membuktikan bahwa otot katak merespon positif terhadap rangsang dengan intensitas besar.
c.              Kelelahan / Tonus (Tetanus)
Pada akhir uji otot yang terjadi pada otot katak yang diuji adalah kelelahan atau fase tonus. Pada tonus yang terjadi adalah otot katak yang memberikan respon negative terhadap rangsang yang diberikan walaupun sudah diberi larutan NaCl. Menurut hasil pengamatan dihasilkan bahwa rangsang yang diberikan pada otot katak tidak menghasilkan gerakan atau pantulan pada otot katak hal ini disebabkan karena otot katak sudah kehabisan energy (ATP). Sehingga tidak membuat grafik bergerak naik-turun. Grafik yang dihasilkan adalah lurus saja.
VII.     Pertanyaan
                  1.     Sebutkan perbedaan respon otot terhadap tiga macam rangsang yang dipakai!
Jawaban:
Jenis rangsang yang dilakukan oleh dosen UPI adalah hanya rangsang berupa setrum atau aliran listrik, sehingga kami tidak dapat membandingkannya dengan rangsang apapun.
                  2.     Rangsang manakah yang terbaik untuk dipakai di labolatorium dan mengapa?
Jawaban:
Karena kami hanya memberi satu tipe rangsang yaitu rangsang setrum jadi tidak dapat menentukan rangsang mana yang paling baik dipakai di labolatorium.
                  3.     Apa yang dimaksud dengan tendon dan apa fungsinya?
Jawaban:
Tendon adalah jenis jaringan lunak yang menghubungkan jaringan otot dengan tulang. Fungsi tendon yaitu untuk mentransfer kekuatan antara otot dengan tulang. Dengan adanya tendon akan memudahkan gerakan bersama yang memungkinkan untuk kegiataan sehari-hari seperti berjalan.
                  4.     Apakah perbedaan stimulus minimal, stimulus sub maksimal dan stimulus maksimal?
Jawaban:
·         Stimulus minimal adalah rangsangan yang diberikan dan mulai terjadi reaksi dari satu motor unit yang paling peka atau dalam kata lain terjadi kontraksi pertama kali.
·         Stimulus sub maksimal adalah rangsangan yang diberikan sehingga terjadi kontraksi yang besarnya mendekati nilai maksimalnya.
·         Stimulus maksimal adalah rangsangan yang mengakibatkan semua motor unit memberiakan reaksi dan menghasilakan kontraksi paling tinggi.
VIII.  Simpulan
Menurut hasil praktikum yang kami lakukan menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Respon otot terhadap rangsang yang diberikan berupa setrum atau aliran listrik adalah menghasilkan pergerakan pada otot dengan respon otot yang bersifat positif.
2.      Rangsang otot terhadap besarnya intensitas rangsang menghasilkan gerakan otot yang searah dengan besarnya intensitas rangsang. Yaitu intensitas rangsang besar maka gerak respon otot pun besar, intensitas sedang menghasilkan gerak respon otot yang sedang dan intensitas rangsang kecil menghasilkan gerak respon yang kecil atau lambat. Ketiga intensitas rangsang tersebut menghasilkan respon otot yang positif.
3.      Respon otot terhadap masa kelelahan atau tonus menghasilkan respon otot bersifat negatif, yaitu otot hanya diam tidak merespon rangsang setrum dengan gerakan.



LAMPIRAN








  • ·        Grafik





Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN "PROSES OKSIDASI DAN PROSES RESPIRASI"

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI HEWAN "AKTIVITAS ENZIM AMILASE"

PRAKTIKUM 1_ FISIOLOGI HEWAN_ "SISTEM PENCERNAAN PADA Paramecium sp."